supergirl
DIRGAHAYU JAKARTA » UNEG-UNEG JAKARTA

Berhubung lagi ulangtahun nih sekalian mau ngeluarin sedikit uneg2 soal kota Jakarta,tadinya mau dikirim ke Bang Foke,tp ga tau ngirimnya kemana.*boong banget*. Kalo mendengar ‘Jakarta’ langsung terbayang kesemrawutan (macet+banjir), tapi emang bener dan itulah kenyataan di kota ini. Jakarta sering menjadi sorotan karena prestasi kemacetannya yg luar biasa. bahkan si Adam Levine vokalis maroon5 aja sampe ngomong ‘Jakarta’s traffic is the worst,right?’ waktu konser disini.. apa kata dunia men!

Gimana engga semrawut ya men, bayangin aja volume kendaraan roda empat ditaksir mencapai 2 (dua) JUTA-an unit dan sepeda motor yang berjumlah 7 (tujuh) JUTA-an unit Gila banget ga sih! saya juga ga abis pikir kenapa pemerintah ngebiarin aja konsumsi sepeda motor sampe segitu banyaknya di indonesia, di Jakarta khususnya, emang sih pendapatan pemerintah dari sektor pajak kendaraannya jadi berlipat2, tapi efeknya men! Jakarta udah kaya apa kalo pagi pas orang2 berangkat kerja dan pas jam pulang kantor.

Kebanyakan kemacetan itu udah pasti karena volume kendaraan melebihi kapasitas jalan-jalan di Jakarta, tapi ada juga yg saya lihat karena jalan-jalan itu banyak dipakai sama pedagang kaki lima dan juga kendaraan umum (kecuali TransJakarta) kalo mau menurunkan penumpang/nunggu penumpang itu seenak jidatnya aja, selain itu juga karena pengendara sepeda motor yg susah diatur, maen potong2 jalan seenaknya bahkan trotoar pun diserobot, dan masih banyak hal-hal lain. Kalo banjir sih itu musiman, kalo lagi musim ujan aja *yaiyalah* .

Mungkin si abang kumis Gubernur Jakarta udah berusaha keras menyelesaikan masalah tapi belom berhasil *positif thinking aja*, tapi kalo saya perhatiin makin hari di Jakarta ini bukan pembenahan sistem transportasi yang dilakukan tapi malah pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan lagi yang ada. Menurut sumber yg saya baca pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta itu mencapai 22 trilliun rupiah, dikemanain itu duit segitu banyaaaakk. Dan saya sebagai warga Jakarta merasa sudah tidak nyaman sekali. Alias lama-lama bisa gila kalo tiap hari dihadapkan dengan kemacetan yang luar biasa.

Kebanyakan orang enggan menggunakan sarana transportasi umum karena alasan kenyamanan dan keamanan yg kurang. Satu2nya transportasi yg nyaman dan menjangkau ke seluruh pelosok Jakarta ya Taksi, tapi bangkrut juga kalo naek taksi tiap hari. Kalo transjakarta cuman menjangkau jalan-jalan tertentu saja. Entah kalo KRL gimana,soalnya saya ga pernah naek KRL. Kondisi terminal-terminal dan stasiun kereta di Jakarta ini juga MENYEDIHKAN. Penuh dengan asap kendaraan dan pedagang kaki lima. Jembatan layang pun percuma, karena pas di jembatannya aja ga macet, kalo udah turun ke jalan biasa juga macet lagi. Dan kebanyakan pejabat pemerintah itu ga bakal ngerasain macetnya Jakarta, soalnya kalo mereka lewat dikawal ama satuan polisi yg bersihin jalan dari kendaraan yg lewat supaya pas mereka lewat lancar jaya! Ckckckc…

Saya sebagai warga ibukota yang baik tidak hanya protes2 dan banyak maunya tapi juga sering memikirkan, apa yang harus dilakuan untuk mengatasi ini semua, berikut beberapa hal yg pernah terlintas dalam benak saya (mungkin realisasinya juga ga bakal mudah perlu usaha dan biaya yg tidak sedikit, tapi dimana ada kemauan pasti di situ ada jalan, ya ga men!!) :

1.Pembatasan impor2 kendaraan (khususnya motor) » buat apa pendapatan Jakarta besar tapi yg nikmatin cuma orang2 diatas sana aja, rakyat biasa cuman kebagian macetnya aja. Kalo sekarang udah terlanjur banyak ya jalan keluarnya mungkin pelebaran jalan atau jalur three in one di banyakin

2.Yang ini harus benar2 dilakukan » Perbaikan sarana transportasi umum yaitu : METROMINI,KOPAJA,KOWANTAS,ANGKOT,BAJAJ,KOPAMI dilebur saja menjadi angkutan massal yg lebih besar dan tentunya nyaman seperti PATAS AC & BIANGLALA dengan sistem yg lebih canggih (ga usah pake kondektur, pake kartu yg bisa digesek saja, jadi ga usah ribet nyari recehan kalo mau naek) , bersamaan dengan itu juga perbaikan TERMINAL dan STASIUN juga dilakukan ( infrastruktur, kebersihan, dan sistem teknologi ditingkatkan buat apa insinyur2 teknologi banyak di Indonesia), percuma aja ada TransJakarta kalo jalurnya diserobot kendaraan pribadi juga dan rutenya terbatas tidak mencapai pelosok2 jakarta. Mungkin kalo transportasi massal nya sudah nyaman, aman dan canggih orang akan berangsur2 beralih tidak menggunakan kendaraan pribadi lagi ke kantor. Dan juga larangan menurunkan/menaikkan penumpang selain di halte buat kendaraan2 umum itu BIAR TERTIB!!!

3.Penertiban pasar dan pedagang kaki lima yang suka sembarangan menggelar barang dagangannya karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas » ini terlebih-lebih disebabkan karena arus urbanisasi *eh bener ga yah istilahnya* masyarakat luar Jakarta ke Jakarta yang luar biasa tinggi. Oleh Karena itu mungkin bisa dibuat sistem pembatasan waktu tinggal bagi warga non-jakarta (cem visa gitu kalo mau keluar negeri, harus ada alasan yang benar2 jelas kalo mau tinggal di Jakarta, seperti sudah terikat kontrak kerja dengan suatu perusahaan di Jakarta, kalopun mau berdagang sudah punya tempat berdagang atau kios yang tetap dan bukan di pinggir jalan)

4.Kalo masalah banjir itu kebanyakan karena daerah resapan air hujannya sudah menjadi gedung bertingkat entah untuk perkantoran atau apartmen dan juga sistem saluran air masih kurang baik. Mungkin solusinya sistem saluran air harus di perbaiki, jangan cuman mau nerima duit sogokan ijin pembangunan gedung bertingkat aja dong bapak-bapak pejabat pemerintah, akibatnya juga harus dipikirin.

5.Untuk mewujudkan no. 1 – 4 dibutuhkan orang-orang yang punya kemauan dan keinginan besar, dan tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Alias sitem birokrasi yang tidak bertele-tele dan juga pencegahan KORUPSI yang bukan main sudah mendarah-daging di Indonesia ini.

Mungkin untuk menciptakan Jakarta yang lebih baik tidak hanya pemerintah kota Jakarta saja yang berusaha namun pemerintah daerah lain juga, yaitu mencegah warganya hijrah ke Jakarta yaitu dengan menciptakan peluang usaha yang lebih baik didaerahnya masing-masing. Kebanyakan warga non-Jakarta sekarang dengan mudahnya nyogok aparat kelurahan/kecamatan supaya bisa bikin KTP Jakarta dan ini yang bikin penduduk Jakarta makin meledak-ledak.

Sebenernya tugas pemerintah daerah tuh apa yah.. menurut saya ya untuk mengatur dan memanage daerahnya supaya tertib,dan berkembang. Juga untuk menciptakan suasana yang nyaman dan aman untuk ditinggali. Kalo saya nonton2 pelm2 luar kayanya jalanan disana tuh lebarr lebaarr, ga ada angkott, bis-bis hanya menurunkan dan menaikkan penumpang hanya di Halte,bersih pula jalannanya, pedagang kaki lima dibikinin kawasan pasar sendiri, terminal dan stasiun bersihnya dan canggihnya luar biasa, woaahhhh kapan Jakarta seperti itu….


:sedikit kutipan perbincangan wali kota Solo Bpk. Joko Widodo ketika di wawancara sebuah media:

banyak yang yakin Anda bisa membereskan permasalahan DKI Jakarta. Ini sesuai dengan karakter Anda yang suka tantangan?
Memang, saya suka tantangan. Pekerjaan, kalau tidak menantang, tidak menarik. Tetapi anggapan itu berlebihan. Saya merasa tidak mampu kok. Kebetulan, sebagai pengusaha saya terbiasa membuat kalkulasi-kalkulasi. Kita harus bisa melihat kemampuan diri sendiri kan.

Kalkulasi seperti apa?
Kalkulasinya banyak, bukan hanya dukungan masyarakat saja tapi juga menyangkut faktor lain mulai finansial hingga kemampuan saya. Lha saya ini apa punya potongan mampu tho untuk memimpin Jakarta (sambil tersenyum..). Saya tak punya potongan jadi gubernur.

Tapi sebenarnya memimpin Jakarta itu kan juga tantangan?
Betul kalau dilihat dari sudut pandangan itunya. Dan saya melihat sejumlah hal yang bisa segera diselesaikan di DKI itu. Contohnya kita melihat permasalahan di DKI itu kan yang utama macet dan banjir. Kalau dua hal itu bisa dibereskan, itu sudah hebat luar biasa. Bagi saya, itu menarik untuk dikalkulasi. DKI itu luar biasa, pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp 22 triliun lebih. Prioritaskan bikin monorail, subway, dan sistem transportasi massal lainnya. Gak akan habis segitu. Belum lagi kalau menghitung investor, saya lihat itu sudah antre. Selebihnya tinggal menata masyarakatnya dengan konsistensi dan integritas.


Kedengarannya cukup sederhana. Tapi kenapa tidak terealisasi dari dulu?

Itu tantangannya. Saya yakin di lemari birokrasi di sana, sudah bertumpuk ribuan kajian tentang pemecahan masalah yang tidak pernah direalisasikan. Seperti di sini juga pernah seperti itu. Kalau saya pegang kendali, maka saya tantang para pejabat yang bertanggung jawab. Saya tunjukkan targetnya. Harus sanggup. Kalau tidak, silakan minggir. Kelemahan negara kita memang ada di birokrasi yang berorientasi pada prosedur, bukan pada hasil. Nah, pemimpin yang mau berhasil harus bisa mengubah itu menjadi berorientasi pada hasil, tapi tidak meninggalkan prosedur.

Bagaimana memastikan birokrat bisa bekerja sesuai arahan?
Kembali ke pemimpinnya. Adalah sangat penting untuk bersikap konsisten dan disiplin, sehingga bawahan pun termotivasi. Masyarakat kita itu sebenarnya punya mental yang cukup baik. Kalau diberi contoh, mereka biasanya akan mengikuti. Dan, sekali lagi, jangan pernah punya kepentingan. Itu akan merusak banyak hal.

Ayo mari sama-sama membangun JAKARTA!!!

::CMIIW::

mungkin ada yang punya uneg2 sama dengan saya atau tidak setuju dengan uneg-uneg saya.. monggo…


  1. fitriterra posted this